Kegiatan bertema “Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan, Selamatkan Masa Depan Anak”
ini dilaksanakan di Klinik Utama Pahlawan Medical Center (PMC), Kedaton, Bandar
Lampung, Senin (9/2/2026).
Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Lampung bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis
Kardiovaskular Indonesia (Perki) Lampung menggelar kegiatan Congenital Heart Disease (CHD) Awareness Week
2026 berupa skrining penyakit jantung bawaan (PJB) serta edukasi bagi masyarakat.
Kegiatan bertema “Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan, Selamatkan Masa Depan Anak” ini dilaksanakan di
Klinik Utama Pahlawan Medical Center (PMC), Kedaton, Bandar Lampung, Senin (9/2/2026).
Ketua YJI Cabang Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, mengatakan kegiatan tersebut merupakan
bagian dari peringatan CHD Awareness Week yang berlangsung pada 7–14 Februari 2026.
“Penyakit jantung bawaan merupakan salah satu kelainan bawaan yang paling sering terjadi, namun masih
banyak yang tidak terdeteksi sejak dini karena keterbatasan edukasi. Padahal, semakin cepat diketahui,
semakin besar peluang anak untuk tumbuh sehat dan produktif,” ujar Purnama Wulan Sari yang akrab
disapa Batin Wulan.
Menurutnya, masih banyak orang tua yang belum memahami gejala awal penyakit jantung bawaan
sehingga penanganan kerap terlambat. Melalui kegiatan skrining ini, YJI dan Perki berupaya mendorong
deteksi dini sejak usia bayi.
“Di Lampung, kasus penyakit jantung bawaan sudah bisa terdeteksi sejak usia tiga bulan, bahkan secara
medis kelainan ini sudah ada sejak lahir. Karena itu, deteksi dini harus menjadi prioritas,” jelasnya.
Batin Wulan menambahkan, anak dengan penyakit jantung bawaan tidak hanya membutuhkan
penanganan medis, tetapi juga pendampingan psikologis dari keluarga maupun lingkungan sekolah.
“Ini menjadi komitmen kami di YJI bersama Perki untuk tidak hanya fokus pada aspek medis,
tetapi juga memberikan dukungan moral dan sosial bagi anak serta orang tuanya,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, YJI Lampung juga menyalurkan bantuan dana pendamping kepada pasien
penyakit jantung bawaan sebagai bentuk empati dan dukungan bagi keluarga.





