Pertemuan Kepala Perwakilan BPKP Lampung Agus Setiawan dengan Sekretaris Daerah
Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan di Ruang Kerja Sekdaprov, Kantor
Gubernur Lampung, Bandarlampung, Selasa (13/01/2026).
Pengawasan Infrastruktur Lampung 2026 Diperkuat, Dampak Nyata bagi Masyarakat dan UMKM Ditekankan
FAKTAINVESTIGASI.MY.ID, BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung bersama Badan
Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Lampung sepakat memperkuat pengawasan
strategis sektor infrastruktur pada tahun 2026. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan
akuntabilitas proyek pemerintah, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya
desa dan pelaku UMKM.
Kesepakatan tersebut tercapai dalam pertemuan Kepala Perwakilan BPKP Lampung Agus Setiawan dengan
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan di Ruang Kerja Sekdaprov, Kantor
Gubernur Lampung, Bandarlampung, Selasa (13/01/2026).
Agus Setiawan menegaskan, fokus pengawasan pada tahun 2026 akan diarahkan pada pembangunan
infrastruktur yang berdampak nyata bagi ekonomi lokal, termasuk akses jalan desa, irigasi pertanian, dan
fasilitas publik yang mendukung aktivitas UMKM.
“Pengawasan bukan sekadar memastikan anggaran digunakan tepat, tetapi juga agar proyek infrastruktur
benar- benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan pelaku usaha lokal,” kata Agus.
BPKP juga menyiapkan rekomendasi strategis terkait tata kelola pembangunan infrastruktur dan sektor
pertanian. Rekomendasi ini meliputi penguatan hulu pertanian, akses pasar hasil panen, hingga hilirisasi
pembiayaan untuk UMKM agar proyek pemerintah dapat mendorong ekonomi daerah secara langsung.
Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menyambut positif langkah ini. Ia menekankan bahwa
pengawasan yang efektif akan memastikan program pembangunan berjalan tepat sasaran, efisien, dan
memberikan dampak sosial- ekonomi yang nyata.
“Proyek infrastruktur harus sampai ke masyarakat. Bukan hanya membangun jalan atau fasilitas,
tapi juga menciptakan peluang ekonomi baru, memperkuat UMKM, dan mendukung pertumbuhan
desa,” ujarnya.





