KPK Soroti Pelayanan Publik Lampung, Tekankan Integritas Bukan Sekadar Nilai MCP

KPK Soroti Pelayanan Publik Lampung, Tekankan Integritas Bukan Sekadar Nilai MCP

Rapat Pembahasan Rencana Kerja, Program Prioritas Daerah, dan Tata Kelola Pelayanan

Publik bersama Pemerintah Provinsi Lampung di Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur

Lampung, Kamis (12/02/2026).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menyoroti pentingnya pembenahan pelayanan publik di Provinsi

Lampung sebagai indikator utama integritas pemerintah daerah. Hal itu mengemuka dalam Rapat

Pembahasan Rencana Kerja, Program Prioritas Daerah, dan Tata Kelola Pelayanan Publik bersama

Pemerintah Provinsi Lampung di Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (12/02/2026).

Rombongan Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah II Kedeputian Bidang Koordinasi dan Supervisi

KPK dipimpin Kasatgas Korsup Pencegahan Untung Wicaksono, didampingi Kasatgas Penindakan Dit

Koorsup Wilayah II Kuswanto beserta jajaran. Kunjungan ini merupakan bagian dari penguatan Monitoring,

Controlling,

Surveillance for Prevention (MCSP) guna memastikan tata kelola pemerintahan berjalan

transparan dan akuntabel.

Dalam pertemuan tersebut, Untung Wicaksono menegaskan bahwa kualitas pelayanan publik menjadi “etalase”

utama kinerja pemerintah daerah.

“Kalau ingin melihat baik atau tidaknya pemerintah daerah, lihat pelayanan publiknya. Itu juga menjadi

indikator dalam Survei Penilaian Integritas (SPI). Jika pelayanan buruk, dampaknya bisa luas,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa perbaikan sistem harus dilakukan secara konsisten agar tidak terjadi pengulangan

permasalahan yang sama. Menurutnya, penguatan sistem pencegahan korupsi harus sejalan dengan

transformasi pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

PIC Wilayah II KPK, Rusfian, menambahkan bahwa MCSP bukan sekadar instrumen penilaian

administratif, melainkan mekanisme pengawasan berkelanjutan.

“MCSP ini ibarat mesin yang harus dirawat dan diperkuat. Namun perlu diingat, nilai MCP atau SPI yang

tinggi belum tentu menjamin bebas dari korupsi. Kuncinya ada pada komitmen dan implementasi

nyata,” ujarnya.