Pemprov Lampung Paparkan Capaian dan  Tantangan Kelistrikan ke Komisi XII DPR RI

Pemprov Lampung Paparkan Capaian dan Tantangan Kelistrikan ke Komisi XII DPR RI

Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan (Ekubang) Bani Ispriyanto

Pemerintah Provinsi Lampung memaparkan capaian strategis sekaligus tantangan krusial sektor kelistrikan
di hadapan Tim Kunjungan Kerja Panitia Kerja (Panja) Listrik Komisi XII DPR RI. Pertemuan berlangsung di
Hotel Radisson, Kamis (5/2/2026), dengan penegasan komitmen Lampung untuk menjadi pusat energi
bersih nasional melalui penguatan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Gubernur Lampung yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan (Ekubang) Bani
Ispriyanto menyampaikan bahwa Rasio Elektrifikasi (RE) Provinsi Lampung telah mencapai 99,85 persen.

Meski hampir menyentuh angka sempurna, tantangan besar masih dihadapi dalam menjangkau
masyarakat di wilayah pelosok.
Menurut Bani, salah satu kendala utama adalah pembangunan jaringan listrik yang harus melintasi kawasan
hutan dan konservasi. Wilayah seperti Mesuji, Lampung Barat, Way Kanan, dan Lampung Tengah masih
memerlukan perhatian khusus.

“Hambatan utama kami adalah pemasangan jaringan yang melintasi kawasan hutan dan konservasi. Kami
berharap dukungan Komisi XII DPR RI untuk menjembatani kemudahan perizinan di Kementerian
Kehutanan agar elektrifikasi 100 persen segera terwujud,” ujar Bani.

Selain fokus pada pemenuhan listrik pemukiman, Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong
peningkatan produktivitas ekonomi melalui program Listrik Masuk Sawah. Program ini dinilai menjadi
solusi konkret bagi petani yang selama ini bergantung pada solar untuk pompa air, sekaligus mampu
menekan biaya produksi pertanian secara signifikan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas ESDM Provinsi Lampung, Febrizal Levi, mengungkapkan bahwa
Lampung telah melampaui target nasional dalam pemanfaatan energi bersih. Saat ini, penggunaan Green
Energy di Lampung telah mencapai 36 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang masih berada di kisaran
14–18 persen.

“Target kami pada 2032 adalah bauran EBT sebesar 40 persen dengan kapasitas pembangkit meningkat menjadi
1.600 MW. Fokus utama kami adalah optimalisasi potensi panas bumi di Gunung Rajabasa, Way Ratai, Danau
Ranau, dan Sekincau, serta pengembangan PLTS di Bendungan Margatiga,” jelas Febrizal.