Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah.
Pemerintah Provinsi Lampung memastikan pembangunan Jembatan Kali Pasir yang terletak di Sungai
Batanghari dan menghubungkan Desa Kali Pasir dengan Desa Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur,
Kabupaten Lampung Timur. Pembangunan jembatan tersebut menjadi solusi penting bagi akses
pendidikan, mengingat puluhan pelajar hingga kini masih harus menyeberangi sungai menggunakan rakit.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, mengatakan
pembangunan jembatan darurat tersebut dikoordinasikan bersama Panglima Kodam XXI/Radin Inten
sebagai bagian dari langkah penanganan cepat di lokasi yang berisiko tinggi.
Menurutnya, keterlibatan TNI diperlukan mengingat kondisi lapangan yang rawan dan
membutuhkan penanganan cepat serta terukur demi keselamatan masyarakat, khususnya anakanak sekolah.
“Alhamdulillah, saat ini pembangunan sudah diprioritaskan melalui program Jembatan Merah Putih. Pak
Gubernur langsung yang meminta kepada Pangdam,” ujar Taufiqullah.
Ia menjelaskan, pembangunan jembatan permanen di lokasi tersebut membutuhkan anggaran besar
dan tidak dapat dilakukan secara parsial. Total biaya yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp70 miliar
agar konstruksi jembatan memenuhi standar keselamatan.
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur telah menghitung kebutuhan anggaran tersebut. Namun,
keterbatasan fiskal daerah membuat proyek pembangunan jembatan tidak dapat ditangani secara
mandiri.
“Anggaran sekitar Rp70 miliar itu dibutuhkan untuk menyambung akses pendidikan bagi kurang lebih 90
pelajar di wilayah tersebut,” tambahnya.
Kondisi ini, lanjut Taufiqullah, menggugah perhatian Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal untuk
mengambil alih koordinasi dan melibatkan pemerintah pusat. Sejak awal menjabat, Pemerintah Provinsi





